Dari “Pria Kuat” ke “Pria Utuh”: Cara ‘AGAK LAEN’ Memperkenalkan Sosok Pria Berdaya
Saya, seperti banyak perempuan lain di Indonesia, dibesarkan dalam narasi, “Lebih baik seorang perempuan menangis di mobil lelaki kaya daripada di angkutan umum.” Laki-laki, dalam narasi yang saya serap, harus menjadi provider dan pemimpin. Tangis adalah aib, kerentanan adalah kelemahan, dan nilai seorang lelaki sering disederhanakan pada materi, kekuasaan, dan ketangguhan tanpa celah. Dunia sinema […]
Dari “Pria Kuat” ke “Pria Utuh”: Cara ‘AGAK LAEN’ Memperkenalkan Sosok Pria Berdaya Read More »

