Perempuan breadwinner tampil fashionable dengan dress pastel elegan sebelum berangkat kerja - perempuandaya.com

Badan dan Pikiran Capek Kerja, Tetap Pengen Fashionable

Fashionable di kantor bukan cuma soal tren. Artikel ini bahas cara memilih outfit elegan dan nyaman untuk perempuan pekerja yang jadi tulang punggung keluarga.
Buat kamu yang tiap hari jungkir balik kerja, ngurus keluarga, dan ngejar target, tampil fashionable bukan sekadar gaya–tapi bisa jadi ruang tenang kecil yang cuma milikmu sendiri.

Coba jujur: berapa sering kamu berdiri di depan lemari, narik napas panjang, terus mikir,
“Yang penting rapi ajalah… yang penting berangkat.”

Bukan karena kamu nggak peduli sama penampilan, tapi karena otakmu lagi penuh: kerjaan, keluarga, tagihan, target. Di tengah semua tuntutan itu, tampil fashionable kadang berasa kayak “kemewahan” yang cuma dipunya orang-orang dengan hidup lebih santai.

Padahal, buat perempuan breadwinner, cara kamu berpakaian itu nggak cuma soal dilihat orang lain. Kadang, itu satu-satunya momen di hari itu di mana kamu milih sesuatu buat diri kamu sendiri.

Kenapa Fashionable Itu Penting Buat Perempuan Pencari Nafkah?

Kita sering diajarin kalau fashionable = update tren, ikutin warna musim ini, model tahun ini, sepatu yang lagi hits. Padahal, buat kamu yang lagi jungkir balik nyari nafkah, definisinya bisa beda banget.

Fashionable, buat banyak perempuan pekerja, bisa berarti:

  • pakaian yang bikin kamu ngerasa “gue layak ada di ruangan ini”,
  • gaya yang nunjukin kamu udah dewasa, matang, bukan remaja yang masih coba-coba,
  • outfit yang bikin kamu tenang, bukan malah bikin stres mikirin “kegedean nggak ya?”, “ketat nggak ya?”, “ketahuan perut lembek nggak ya?”
Perempuan breadwinner tampil fashionable dengan dress pastel elegan sebelum berangkat kerja

Kadang, yang kamu butuhkan bukan baju yang bikin semua orang nengok.
Yang kamu butuhkan adalah baju yang bikin kamu ngerasa “ini gue banget” setiap kali ngelihat bayangan diri sendiri di kaca.

Itu juga bentuk self-care, walaupun nggak selalu kelihatan “seheboh” pergi spa.

Fashionable yang Tenang: Bukan Teriak-Teriak, Tapi Adem Dilihat

Bayangin kamu lagi jalan di tengah taman musim semi. Rumputnya hijau muda, bunga-bunga pastel baru mekar: butter yellow, lilac, blush peach, soft orange. Nggak ada yang terlalu ngejreng, tapi semuanya kelihatan hidup dan lembut.

Kurang lebih, begitulah rasa yang dibawa gaya fashionable yang “tenang”:

  • warnanya lembut, nggak bikin mata lelah,
  • jatuh kainnya mengalir, nggak kaku, nggak bikin kamu sibuk narik-narik baju,
  • potongannya elegan, tapi tetap kasih kamu ruang buat bernapas.

Bukan berarti kamu anti warna bold. Tapi di tengah hidup yang udah penuh suara dan tuntutan, punya outfit yang vibe-nya adem itu kayak punya “ruang kecil” buat diri kamu.

Kamu boleh tetap sibuk, tapi penampilanmu bisa jadi pengingat halus:
“Gue berhak ngerasa lembut, meskipun hidup gue lagi keras.”

Fashionable Bukan Buat Membuktikan Diri ke Orang Lain

Di luar sana, banyak narasi yang bikin perempuan ngerasa harus selalu tampil sempurna.
Harus kelihatan sukses, harus kelihatan glowing, harus kelihatan “nggak pernah lelah”.

Kenyataannya?

  • Kamu boleh kok lelah.
  • Kamu boleh banget punya under-eye dark circle dan rambut yang nggak selalu on point.
  • Kamu boleh tampil sederhana di hari-hari berat.

Tampil fashionable bukan berarti pura-pura hidupmu nggak pernah berat.

Justru sebaliknya:

  • itu bisa jadi cara kamu bikin diri kamu nyaman dulu,
  • reminder bahwa kamu bukan cuma “mesin cari uang”, tapi manusia yang juga pantas merasa cantik, anggun, dan cukup.

Bukan lagi soal impress orang lain, tapi soal berdamai sama diri sendiri.

Saat Panggung Mode Ikut Bicara tentang “Cukup”

Yang menarik, sudut pandang ini mulai kerasa juga di panggung fashion.

Di salah satu show Jakarta Fashion Week 2026, ada satu label lokal yang menghadirkan koleksi bernuansa taman musim semi: warna pastel yang lembut, bahan ringan yang mengalir, dan siluet yang elegan tapi tetap kasih ruang gerak.

Model-model yang berjalan di runway nggak cuma kelihatan cantik, tapi juga punya aura tenang—seolah-olah mereka bukan sedang pamer baju, tapi lagi menikmati versi terbaik dari diri mereka sendiri.

Di balik koleksi itu, dua perempuan kreatornya menyebut karya ini sebagai momen ketika seorang perempuan merasa “cukup” dengan dirinya sendiri: cukup dewasa, cukup kuat, cukup anggun—tanpa harus membuktikan apa pun ke siapa pun.

Baru setelah itu kamu tahu, koleksi itu bernama “Reveriê”, bagian dari lini semi-couture Heaven Lights Privé yang tampil di JFW 2026 kemarin. Koleksi yang nggak cuma memamerkan busana indah, tapi juga mengajak perempuan untuk berhenti sejenak, bernapas, dan mengingat siapa dirinya sebenarnya.

Menemukan Cara Kamu Sendiri untuk Tetap Fashionable

Jadi, kalau besok pagi kamu berdiri lagi di depan lemari dan mulai mikir,
“Aduh, pakai apa ya? Yang penting ke kantor aja deh…”,
coba tambahin satu pertanyaan kecil:

“Apa yang bikin gue ngerasa nyaman, tenang, dan tetap fashionable jadi diri sendiri hari ini?”

Nggak harus selalu baju baru.
Nggak harus selalu ikut tren.

Tapi kalau satu outfit bisa bikin langkah kamu lebih mantap, bahu kamu sedikit lebih tegak, dan hati kamu sedikit lebih tenang di tengah hidup yang ramai, itu sudah lebih dari sekadar “baju kerja”.

Itu cara lembut kamu bilang ke diri sendiri:

“Gue mungkin lelah, tapi gue tetap pantas kelihatan seanggun ini. Dan itu bukan buat orang lain. Itu buat gue.”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *